Dalam proses penulisan sejarah yang mampuh mengembangkan kesadaran manusia adalah bahwa sejarah mempunyai pengembangan menentukan ide dalam perjalanan roh yang pada hakekatnya bebas, maka sejarah disebut perjalanan kebebasan. Hal ini skema filsafat Hegel kompleksinya menyusup dalam fakta sejarah. Fakta utama yang tampak mengukuhkan tesisnya adalah, bahwa dalam peradaban timur dimasa lalu, seorang saja yang bebas, peradaban yunani dan romawi kuno beberapa orang saja yang bebas, dan peradaban jerman serta anglo-saxon semuanya bebas.
Sejarawan mengkontruksi sejarah dunia dengan menggunakan ukuran-ukuran logis. Karena adanya proses dialektika, maka ukuran logis tersebut membentuk tiga hal. Tapi skema yang rapi tidak sepenuhnya selaras dengan kenyataan histois. Dan alasan ini, “Lectures on the philosophy of History” belakangan ini jarang dibaca secara menyeluruh. Tetapi tesis yang disajikan dalam pengantar telah menandaskan : bahwa sejarah adalah perjalanan kebebasan. Tesis Hegelian ini bukan sesuatu yang baru. Tesis semacam itu pernah dinyatakan kant, lama sebelum dinyatakan Hegel. Bagi Kant, kebebasan dalam masyarakat adalah produk alam dan sejarah adalah sebuah “perkembangan dalam kesadaran kebebasan”.
Rumusan dalam difinisi Kant, “kebebasan, perkembangan, dan kesadaran” mempunyai makna lebih dari seorang pejalan kaki. Ketika Hegel mengambil alih, Roh sejarah mulai berhembus lewat filsafat. Pendapat Kuntowijoyo menganalisah tentang kesadaran sejarah; mempunyai beberapa kegunaan dalam sejarahnya itu sendiri, dijadikan bukti bahwa sejarah memag perlu di pegang sebagai pedoman masyarakat dalam hidupnya.
Yang pertama, Guna Intristik. Terbagi empat guna sejarah, yaitu sejarah sebagai ilmu, banyak contoh sejarawan bukanlah orang yang memang terdidik untuk menjadi sejarawan artinya penulis sejarah dapat datang dari mana saja. Wartawan, guru, politisi, sastrawan dan pendeta boleh saja menulis sejarah, tidak demikian sejarawan. Sejarah adalah ilmu yang terbukah. Keterbukaan itu membuat siapa pun dapat mengaguh sebagai sejarawan secara sah, asal hasilnya dapat dipertanggungjawabkan sebagai ilmu.
sejarah sebagai cara mengatahi masa lampau, bangsa yang belum mengenal tulisan mengandalkan mitos, dan yang sudah mengenal tulisan pada umumnya mengandalkan sejarah. Ada setidaknya dua sikap terhadap sejarah setelah orang mengatahui masa lampaunya, yaitu (1) melestarikan masa lampau, menganggap masa lampau itu penuh makna. Para pengumpul bendah-bendah kuno yang melestarikan masa lampau untuk masa lampau itu disebut antikurian. Yang termasuk antikurianisme ialah mereka yang mengambil air dari air bersihan kereta kepunyaan keraton di Yogyakarta.
(2) Sesudah proklamasi ’45 ada daerah yang berusaha menolak kehadiran kerajaan. Di antaranya ialah surakarta mangkunegara. Di surakatra timbul gerakan pemuda untuk nmeruntuhkan kerajaan, sekalipun usaha itu menda[pat tantangan dari pakasa (Pakempalan Kaula Surakarta) yang mendukung keberadaan keraton. Sejarah sebagai pernyataan pendapat, contoh dalam penulisan sejarah Amerika terdapat dua aliran yang sama-sama menggunakan sejarah : a) aliran yang menekankan konsensus diantaranya terdapat dalam tesis garis depan (Frontier Thesis) mengatakan bahwa Amerika selalu menghadapi garis depan. Sejak kedatangannya ditempat baru, yang terjadi ialah masyarakat yang selalu memperluas daerahnya.
b) aliran yang menekankan konflik biasanya mengajukan tesis persekongkolan (conpiracy), misalnya, perang saudara di Amerika adalah hasil persekonggolan kaum industri dan kaum politisi. Semboyan “free soi, free labor” adalah dalih kaum industri intuk mendapat tenaga. Perang itu terjadi karena pihak utara melakukan provokasi dan persekongkolan pada perang dunia II. Sejarah sebagai profesi, orang tidak semua lulusan sejara dapat tertampung dam profesi kesejarahan. Ada lulusan sejarah yang jadi karyawan pengusah sepatu, pengalengan ikan, perusahaan farmasi, dan tidak sedikit yang jadi guru di luar ilmunya.
Yang kedua, Guna Ekstrinsik. Sejarah dapat di gunakan sebagai liberal education untuk mempersiapkan mahasiswa, supaya mereka siap secara filosofis, tidak saja untuk yang akan belajar di juurusan sejarah dari SD, SMP, SMU, dan PT. secara umum sejarah mempunya fungsi pendidikan yaitu sebagai pendidikan moral, penalaran, politik kebijakan, perubahan, masa depan, dan ilmu bantu. Selain sebagai pendidikan; berfungsi sebagai latar belakang, rujukan dan bukti.
Daftar Pustaka
Prof. DR. kuntowijoyo, pengantar ilmu sejarah,Yogyakarta. Mizan media utama
Robert S. hartman, nalar dalam sejarah, jakarta. Mizan publika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar